Tampilkan postingan dengan label Traditional Dance. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Traditional Dance. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Februari 2012

Marga Ayu (Malam Ragam Budaya Indramayu)

Semua Panitia Marga Ayu I

Generasi muda saat ini yang disebut-sebut sebagai generasi penerus yang selayaknya mengemban amanah untuk melestarikan kebudayaan-kebudayaan daerah sebagai tolak ukur akan kebudayaan Nasional. Keanekaragaman budaya nasional ini membuat dunia internasional tertarik terhadap keunikan kebudayaan kita. Saat ini, generasi muda dihadapkan pada tantangan dan rintangan dengan adanya globalisasi dan westernisasi yang membuat kebudayaan daerah semakin ditinggalkan para pemuda. Adanya globalisasi dan westernisasi ini membuat mental para pemuda pudar untuk mencintai kebudayaannya sendiri, serta pudar untuk menjalin persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia pada umumnya, dan khususnya wilayah Jawa Barat. Ini disebabkan kurangnya pendidikan mental dan spiritual dikalangan pemuda dan lebih tepatnya kurangnya perhatian kita untuk menampilkan bentuk-bentuk kebudayaan daerah dikalangan pemuda. Demikianlah dasar-dasar pemikiran yang saat itu ada dalam benak mahasiswa-mahasiswa Indramayu yang sedang menempuh pendidikan di UPI Bandung, yang lebih dikenal sebagai Ikatan Keluarga Mahasiswa Indramayu (Ika Darma Ayu) Komisariat UPI Bandung.
Pada 31 Desember 2008, untuk pertama kali digelarnya acara pagelaran kesenian tradisional khas Indramayu, yang selanjutnya dinamakan Malam Ragam Budaya Indramayu (Marga Ayu). Acara ini digelar sejak pukul 19.00-24.00 WIB untuk menyambut malam tahun baru, dengan memberikan hiburan kepada masyarakat Indramayu berupa kesenian khas Indramayu. Acara dengan ketua pelaksana pertama Inuy Khalimah beserta kepanitiaan yang berasal dari anggota dan pengurus Ika Darma Ayu periode 2008-2009 ini, kini menjadi acara rutin mahasiswa Indramayu yang menggandeng seluruh lapisan masyarakat, baik pemerintah daerah, para seniman, maupun organisasi lain yang terkait dalam bidang kebudayaan.
Pada pelaksanaan tahun-tahun berikutnya, Marga ayu ini tidak hanya menampilkan Kesenian khas Indramayu, tetapi juga sudah menampilkan kesenian tradisional nusantara guna memperkenalkan pula kesenian-kesenian nusantara kepada masyarakat Indramayu. Tempat pelaksanaan yang pada Marga Ayu I yaitu di pasar mambo Indramayu, pada tahun kedua dan selanjutnya ini dilaksanakan di sekitar bantaran Sungai Cimanuk, Paoman Indramayu. Umumnya, peserta pengisi acara Marga Ayu adalah anggota Ika Darma Ayu sendiri, namun untuk meningkatkan silaturahmi maka acara Marga Ayupun diisi oleh sanggar-sanggar yang ada di Indramayu, seperti sanggar Melati Ayoe, Sanggar Mimi Rasinah dan sanggar Mulya Bhakti, maupun organisasi dalam kebudayaan seperti Paguyuban Nok Nang Dermayu.
Diskusi Panitia

Sintren
Berokan oleh Ika Darma Ayu Kom. Polban
Tari randu kentir oleh Ika Darma Ayu Kom. UPI

Sepenggal Catatan Perjalanan Tentang Tradisi


Nama pemberian orang tuaku adalah Nur Khalimah, ketika aku dilahirkan pada 27 Mei 1990 dari rahim ibuku tercinta, Teti Ruhyati dan Bapakku Garniyanto. Aku anak pertama dan memiliki adik-adik yang sangat ku sayangi yaitu Fitria Nurhasanah dan Mochamad Fadly. Katanya aku masih memiliki keturunan seniman, meskipun akupun belum ingat secara jelas bagaimana kakek dan nenekku. Kakek aku yang dari Bapak, konon seorang dalang Trebang dan reog serta memiliki grup kesenian tersebut. Kakek aku yang dari bapak tersebut juga pandai membuat wayang dan topeng meskipun profesinya adalah seorang Tentara yang berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia pada masa tahun 60-80an. Kakek dan nenek aku yang dari ibu juga ga kalah berjiwa seni, karena kakek aku meskipun bekerja di Perhutani (dulu disebut mantri hutan) pernah memiliki grup kesenian sandiwara dan wayang, sedangkan nenek yang dari ibu pandai dalam merajut, menjahit, menyulam, dan seni rupa lainnya.
Ketika SD, tiap kali ada pelepasan kelas VI dan kenaikan kelas ini selalu digelar acara tari-tarian dan saat itu aku pasti menangis ngamuk jika tidak diikutsertakan dalam acara tari-tarian tersebut. Menginjak SMP, ketertarikanku pada tari tradisional mulai terlihat karena saat ada acara latihan tari jaipong oleh kakak-kakak kelasku, yang dilatih oleh guru kesenianku ibu Iin, aku pasti mencuri-curi kesempatan untuk menirukan gerakan. Sayangnya, tari tradisional saat itu belum berkembang di daerahku sehingga akupun menemui kesulitan untuk menekuninya. Hingga menginjak SMA, guru kesenian di SMAku  sangat kritis dan rewel dalam kesenian, pak Agus Riyanto namanya. Beliau sangat menginginkan mata pelajaran kesenian ini menjadi mata pelajaran yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Berkali-kali hasil karyaku sering tidak diterima, baik dalam seni rupa, seni tari, maupun seni lainnya. Tetapi dari situlah ternyata minat dan bakatku tergali. Ditengah-tengah kesibukanku mengerjakan PR yang selalu banyak karena saat itu aku bersekolah di SMAN 1 Sindang Indramayu, aku tetap menganggap mata pelajaran kesenian menjadi mata pelajaran yang sangat aku gandrungi terlebih jika dalam acara pelepasan siswa kelas XII maupun pentas seni, aku selalu diberi kesempatan untuk pentas membawakan tari tradisional. Saat SMA pula, aku mengenal beberapa seniman dari Indramayu yang sampai saat ini aku masih menjalin silaturahmi dengan beliau, diantaranya yaitu Pa Asep, ibu Netty, om kembar Rokhman-Rokhim, om Wergul.
Menginjak ke bangku kuliah, aku tidak berniat melanjutkan untuk kuliah di jurusan kesenian oleh karena itu aku masuk ke Jurusan Pendidikan Fisika Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Di Bandung ini aku bertemu dengan teman-teman yang sangat hebat. Teman-teman yang udah memberi ilmunya dalam menari, yaitu Iin Indrawati dan Arsyanah Sugiarto mahasiswi jurusan P. Seni Tari UPI. Teman-teman yang dalam beberapa kesempatan menari bersama pula yaitu Dwi Yulisa (STSI), Eulis, Afriliane Oley, (UPI), Deby (UIN BDG), dll. Tidak lupa juga untuk teman-teman Kabumi UPI, yang sudah berbagi ilmu tentang budaya tradisional. Di luar teman-teman kampus, akupun berkenalan dengan penari-penari topeng lainnya, seperti Ato pelatih sanggar Tambi, mba Aerli dan pelatih topeng lainnya dari sanggar Mulya Bhakti dan sanggar Mimi Rasinah yang juga memberiku banyak ilmu tentang tari Topeng.
Berikut ini sepenggal perjalanan hidupku dalam dunia tari tradisional ini:
1)      Malam Ragam Budaya Indramayu (MARGA AYU) I, II, III dan IV oleh Ika Darma Ayu (ikatan Keluarga Mahasiswa Indramayu) Bandung tahun 2008, 2009, 2010 dan 2011 di Indramayu.
2)      Silaturahmi dan Halal bi Halal Paguyuban Dermayu, Bandung tahun 2009 di Bandung.
3)      Festival Budaya Dermayonan Pemda Kab. Indramayu tahun 2009 di Bandung.
4) Dies Natalis Ikatan Keluarga Mahasiswa Wiralodra Dharma Ayu Malang (IKAWIRADHARMA), tahun 2010 di Malang Jatim.
5)      Dies Natalis Keluarga Mahasiswa Sunan Gunung Djati (KMSGD), tahun 2010 dan 2011 di Jakarta dan Tangerang.
6)      Dies Natalis Komoenitas Lesehan Keboedadjaan (KOLEKAN), tahun 2010 di Jakarta.
7)   Dies Natalis Keluarga Pelajar dan Mahasiswa (KAPMI) D.I. Yogyakarta, tahun 2010 di Yogyakarta.
8)      Dies natalis Ikatan Keluarga Mahasiswa Indramayu (IKADA) Bogor, tahun 2011 di Bogor.
9)      Pelepasan siswa pesantren pembangunan Al-Muawiyah, tahun 2011 di Kuningan.
10)  Pembukaan HUT Kabupaten Indramayu tahun 2011 di gedung DPRD kabupaten Indramayu.
11)  Penyambutan Tahun baru 2012 oleh KNPI Kabupaten Indramayu, di Pendopo Kabupaten Indramayu.
12)  Acara pernikahan teman-temanku tercinta, Pramudya (bangodua), Asirin-Zanith (jatisawit), Wiwin Eviany-Fabrice (Kandanghaur), dll.
13)  Dll.

Besar harapanku jika teman-teman lainnya mau untuk terus mempertahankan nilai-nilai tradisional kita karena dari sanalah jati diri bangsa kita terbentuk.
salam Budaya!!

Jumat, 24 Februari 2012

Bogor, the First Performance with All of Our Team



Kesibukan persiapan untuk perjalanan ke Bogor dalam memenuhi undangan dari rekan-rekan mahasiswa Indramayu yang di Bogor (IKADA) jelas dirasakan oleh seluruh tim kami yang semuanya meluangkan waktunya untuk acara promo-tour “artzone dance company”. Kegiatan promo ini memang sengaja dipadatkan untuk tahun 2011, setelah artzone dibentuk dan diresmikan  pada 5 Mei 2011. Artzone dance company mengadakan program promo-tour dengan penampilan pertama yaitu di Bogor, pada tanggal 8 Mei 2011. Pemberangkatan dilakukan oleh dua rombongan yaitu rombongan dari Bandung yang terdiri atas Alif, Arsya, Alice dan Kousuke, teman kami berasal dari Jepang yang sedang menempuh study bahasa Indonesia di UPI. Sedangkan rombongan yang berangkat dari Indramayu yaitu Inuy dan A’us yang membawa kostum tari randu kentir dari Indramayu.
Tanpa ada unsure kesengajaan, ternyata kedua rombongan bertemu di lampu merah terminal yang menuju kampus dalam IPB. Perjalananpun dilanjutkan menuju asrama mahasiswa Indramayu yang di Bogor untuk beristirahat untuk persiapan pementasan keesokan harinya. Tiba saat penampilan, penampilanpun berjalan dengan lancar meskipun ada sedikit kendala kecil, namun masih bisa teratasi. Adapun penampilan yang dibawakan yaitu Tari Jaipong oleh Inuy Khalimah, dan Tari Randu Kentir oleh Arsya, Alice dan Inuy Khalimah. Sampai akhirnya penampilan selesai, tim pulang semua ke Bandung dan sampai di Bandung dengan selamat pada hari Minggu pukul  21.00 WIB.
Berikut ini merupakan dokumentasi perjalanan kami,
Behind The Scene
Foto bersama panitia dari IKADA Bogor

Out Team
Pose depan IPB
Demikianlah perjalanan kami dalam membawakan tarian khas Indramayu, Tari Randu Kentir di Bogor. Semoga ke depannya kesenian tradisional tetap menjadi kesenian yang digandrungi oleh seluruh masyarakat Indonesia khususnya para pemuda sebagai generasi penerus bangsa. Amiin

Salam Budaya.

Sabtu, 11 Februari 2012

Suasana Belajar Tari Tradisional bersama Inuy Khalimah

Berikut ini merupakan suasana latihan tari topeng Indramayu bersama Inuy Khalimah, dengan lokasi latihan sementara di sekretariat Ika Darma Ayu Komisariat UPI Bandung (Ikatan Keluarga mahasiswa Indramayu). latihan tari tradisional dilaksanakan rutin pada hari Sabtu dan Minggu pukul 13.00-15.00. Materi yang diajarkan yaitu tari Topeng Indramayu, topeng Cirebon, Topeng Priangan, Tari jaipong, tari Blantek, dan tari tradisional lainnya. bagi yang ingin ikut serta belajar tari tradisional, hubungi Inuy Khalimah 087821707327.

Berlatih tari tradisional


Selasa, 31 Januari 2012

Price List Traditional Dance Performance Special Edition

Tari Topeng Indramayu
Rp 150.000/Dancer
Tari Topeng Priangan

Rp 150.000/ Dancer
 
Tari Jaipong
Rp 120.000/ Dancer
Tari Merak
Rp 120.000/ Dancer

Tari Polostomo
Rp 120.000/ Dancer
Tari Pendet
Rp 150.000/ Dancer
Tari Blantek
Rp !20.000/ Dancer

Tari Jayengrana
Rp 130.000/ Dancer

Tari Sekar Putri
Rp 130.000/ Dancer

Tari Gambyong
Rp 130.000/ Dancer

Tari Badaya
Rp 130.000/ Dancer

Tari Kandagan
Rp 130.000/ Dancer

Tari Randu Kentir
Rp 100.000/ Dancer


Paket Istimewa Price List "One Dancer for many Dance" Traditional Dance Performance Special Edition*
Jumlah tarian
Paket Tarian
Jumlah Penari (orang)
Harga
2 Tarian
Jaipong +
Tari Topeng
1
260.000
Jaipong+
Blantek/ Merak
1
250.000
Tari Topeng+
Blantek/Merak
1
260.000
2 tari topeng
1
280.000
3 Tarian
Jaipong+
Topeng+
Blantek/Merak
1
360.000
Jaipong+
Topeng+
Polostomo
1
360.000
3 tari topeng
1
400.000
4 Tarian
Jaipong+
Topeng+
Polostomo+
Blantek/Merak
2
510.000




*Paket ini berlaku untuk penampilan dalam acara (waktu dan tempat) yang sama.

Untuk mengisi acara-acara hiburan, pernikahan, Ulang tahun, Dies Natalis, dan acara-acara hiburan lain atau untuk disisipkan dalam acara seminar, training, maupun acara-acara hiburan lainnya.

harga ini berlaku untuk wilayah Indramayu dan Bandung. Sedangkan untuk kota-kota lain ada biaya tambahan untuk transportasi. berikut biaya tambahan untuk luar kota Indramayu dan Bandung.
Cirebon, Majalengka, Kuningan, Subang, Sumedang, Purwakarta       : Rp 50.000
Bogor,Tasikmalaya, Ciamis, Jakarta, Tangerang, Bekasi, Depok,         : Rp 80.000
dll.
harga bisa negosiasi.

untuk pemesanan bisa hubungi Inuy Khalimah ke nomor 087821707327, via Call or SMS.

Minggu, 22 Januari 2012

Samba Mask Dance or Pamindo Bring Cheer the Heart of the Dancer

One of the characters that will be discussed in this article is Samba Mask Dance or Pamindo. This character represents the character cheerful children. Samba comes from Saban or Sambang, meaning each and have a meaning that every time we have devoted to God, by running all the commands and stay away from all of God's ban. While the word means Pamindo doubled (Dipindoi), meaning that besides devoted, we also need to implement things that the sunna. 

Samba Mask Dance or Pamindo
Dancer who brought this samba mask dance when show its, should be able to understand and animate characters samba dances to get maximum results. Agility of movement, mimic the face, the mastery stage and attractive, entirely necessary to improve wiraga, wirama, and wirasa the elements that need to be mastered in bringing any kind of dance of any kind. The dancers certainly should not simply move according to the choreography, but dancers also to be thus in bringing samba dance, the dancers who have an advanced level will carry a cheerful mood should samba.

Senin, 16 Januari 2012

Tips make up tari tradisional dan kontemporer


1. Sesuaikan dengan lighting
Lighting sangat berpengaruh terhadap hasil dramatisasi pertunjukan tarian tersebut. Biasanya digunakan lighting untuk pertunjukan yang dilakukan pada indoor maupun outdoor pada malam hari. Gunakan riasan yang gemerlap, bisa menggunakan glitter agar lighting yang mengenai penari lebih terlihat tekstur riasannya. Gunakan lighting yang bagus agar bisa terlihat dengan jelas make up penari.
2. Sesuaikan dengan letak panggung, indoor/ outdoor
Dalam pertunjukan yang dilakukan dalam ruangan (indoor), suasana dalam panggung yang tertutup akan dibantu penerangangan oleh lighting sehingga dramatsisasinyapun akan dipengaruhi oleh lighting panggung tersebut. Oleh karena itu, tata rias make up untuk indoor disesuaikan dengan lighting seperti yang sudah dijabarkan sebelumnya. Sedangkan untuk panggung outdoor, disesuaikan kembali dengan waktu pelaksanaan pertunjukan, apakah malam hari atau siang hari. Jika pertunjukkannya dilakukan pada malam hari, maka kembali yang berpengaruh adalah lighting. Namun jika siang hari, make up yang digunakan lebih tipis dibandingkan dengan yang menggunakan lighting. Pemakaian glitter tidak mendominasi dan lebih tekankan pada penggunaan warna-warna cerah.
3. Sesuaikan dengan tarian yang dibawakan
Untuk tarian-tarian yang menggambarkan keceriaan seperti tari merak misalnya, gunakan warna-warna make up yang cerah nan ceria serta berwarna-warni, begitupun dengan tarian-tarian seperti jaipong, bisa disesaikan apakah tarian yang dibawakan akan member kesan ceria atau berani. Contoh lain yaitu tari Bali, gunakan make up yang menonjolkan pada riasan mata.
4. Sesuaikan dengan bentuk wajah penari
Dalam hal ini, kita kembali pada teknik-teknik dasar make up untuk menghasilkan kesempurnaan yang dramatis dari penari ersebut.
Selamat Mencoba..